Komunikasi Terapeutik Tenaga Kesehatan

thumbnail

Komunikasi Terapeutik merupakan pendekatan secara psikologis yang dilakukan untuk tujuan terapi. Meskipun kesembuhan fisik menjadi tujuan utama, namun tenaga kesehatan tetap harus memperhatikan perawatan dari aspek psikologis. Salah satu caranya melalui komunikasi terapeutik.

Dalam membina hubungan terapeutik (berinteraksi) dengan klien, perawat mempunyai empat tahapan yang pada setiap tahapnya mempunyai tugas yang berbeda-beda dan harus diselesaikan oleh perawat (Stuart dan Sundeen, dalam Christina, dkk, 2003) :

  1. Tahap persiapan (Prainteraksi)
    Tugas perawat pada tahap ini Mengeksplorasi perasaan, harapan, dan kecemasan. Sebelum berinteraksi dengan klien, perawat perlu mengkaji perasaannya sendiri. Perasaan apa yang muncul sehubungan dengan interaksi yang akan dilakukan. Apakah ada perasaan cemas? Apa yang dicemaskan?

  2. Tahap perkenalan (Orientasi)
    Tugas perawat pada tahap ini Membina rasa saling percaya, menunjukkan penerimaan, dan komunikasi terbuka. Hubungan saling percaya merupakan kunci dari keberhasilan hubungan terapeutik, karena tanpa adanya rasa saling percaya tidak mungkin akan terjadi keterbukaan antara kedua belah pihak.

  3. Tahap kerja
    Pada tahap ini perawat perlu melakukan active listening karena tugas perawat pada tahap kerja ini bertujuan untuk menyelesaikan masalah klien. Melalui active listening, perawat membantu klien untuk mendefinisikan masalah yang dihadapi, bagaimana cara mengatasi masalahnya, dan mengevaluasi cara atau alternatif pemecahan masalah yang telah dipilih.

  4. Tahap terminasi
    Tugas perawat pada tahap ini Mengevaluasi, dilakukan dengan menanyakan perasaan klien setelah berinteraksi dengan perawat. Perawat perlu mengetahui bagaimana perasaan klien setelah berinteraksi dengan perawat. Apakah klien merasa bahwa interaksi itu dapat menurunkan kecemasannya? Apakah klien merasa bahwa interaksi itu ada gunanya? Atau apakah interaksi itu justru menimbulkan masalah baru bagi klien.
    Proses terminasi perawat-klien merupakan aspek penting dalam pelayanan keperawatan, sehingga jika hal tersebut tidak dilakukan dengan baik oleh perawat, maka kecemasan dapat terjadi lagi pada klien. Timbulnya respon tersebut sangat dipengaruhi oleh kemampuan perawat untuk terbuka, empati dan responsif terhadap kebutuhan klien.

Pesan Perawat & Bidan Online

Dapatkan layanan kesehatan oleh perawat, midwife, caregiver yang profesional, berlisensi dan berpengalaman dengan jiwa pelayanan terbaik serta selalu sedia merawat orang terkasih Anda layaknya keluarga sendiri.

Bagikan Artikel ke :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *