Membedakan Simpati dan Empati

thumbnail

Simpati dan empati sering dianggap sebagai perasaan peduli dan “merasakan” orang lain. Simpati dan empati menjadi dua hal yang mirip, banyak pula yang mengatakan bahwa keduanya sebenarnya hanya memiliki perbedaan yang sangat tipis. Berikut 5 hal yang membedakan simpati dan empati?

  1. Simpati adalah “Feeling with”, sedangkan Empati adalah “Feeling in”
    Simpati merupakan sikap mampu peduli dan merasa iba dengan orang lain. Sikap ini disebut dengan sikap feeling with. Sedangkan empati merupakan sebuah sikap dimana seorang individu mampu merasakan apa yang orang lain rasakan. Biasanya, bina hubungan saling percaya akan terwujud dengan menunjukkan rasa empati.

  2. Simpati tidak mendalam, sedangkan Empati lebih mendalam
    Karena sifatnya yang hanya merasa iba, simpati biasanya tidak terlalu mendalam. Simpati umumnya hanya menunjukkan sikap prihatin terhadap apa yang orang lain rasakan tanpa memandang bahwa perlu atau tidak untuk membantu seseorang tersebut menangani kesulitannya. Sedangkan empati biasanya akan erat sekali dengan kemauan seseorang untuk menolong orang lain.

  3. Simpati merupakan respon dukungan, sedangkan Empati merupakan sikap untuk memahami orang lain
    Simpati bisa menjadi sebuah bentuk respon dukungan kepada orang lain. Orang lain dapat merasakan dukungan ini tetapi tidak sampai pada tahap penyelesaian pemecahan masalah. Sedangkan seseorang yang berempati mampu mengerti bahwa permasalahan yang dihadapi orang lain adalah berat. Ia akan berusaha menjadi pendengar yang baik dan membebaskan orang lain untuk enceritakan permasalahannya sebebas-bebasnya.

  4. Simpati berdasarkan faktor persamaan, sedangkan Empati berdasarkan factor perbedaan
    Seseorang yang bersimpati mungkin pernah mengalami kesamaan nasib yang kemudian menjadikan dia merasa iba terhadap apa yang dialami oleh orang lain. Sedangkan empati justru timbul karena banyak factor perbedaan yang ada. Seseorang yang bersikap empati mungkin tidak mengalami hal yang sama yang terjadi pada seseorang, namun mampu merasakan apa yang dialami oleh orang tersebut.

  5. Simpati umumnya spontan, sedangkan Empati melibatkan factor kognitif dan afektif
    Sebagai contoh, saat mendengar kabar seseorang terkena musibah, seorang yang bersimpati mungkin akan memberikan respon “Saya cukup prihatin dengan apa yang terjadi pada kamu” tanpa harus merasakan lebih dalam lagi. Sedangkan empati justru sebaliknya, factor kognitif dan afetif akan dilibatkan. Seorang yang berempati mungkin akan memberikan respon “saya mengerti apa yang anda rasakan…” atau “saya memahami apa yang membuat anda merasa….”

Komunikasi empati dapat meningkatkan efektivitas antara seorang tenaga kesehatan terhadap pasienya, juga dapat meningkatkan efisiensi dalam mengumpulkan informasi, tak jarang pasien juga akan merasa dihargai dan dihormati. Apabila kondisi fisik seseorang mengalami suatu keadaan sakit, maka akan mempengaruhi kondisi psikisnya pula, dan biasanya pasien akan lebih labil emosinya.

Nah, tenaga kesehatan harus peka dengan keadaan seperti ini, perawat ataupun bidan MHomecare tidak hanya menangani kondisi fisik dari pasien tetapi kondisi psikisnya juga, dengan berempati kepada pasien maka diharapkan pasien dapat sembuh lebih cepat.

Pesan Perawat & Bidan Online

Dapatkan layanan kesehatan oleh perawat, midwife, caregiver yang profesional, berlisensi dan berpengalaman dengan jiwa pelayanan terbaik serta selalu sedia merawat orang terkasih Anda layaknya keluarga sendiri.

Bagikan Artikel ke :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *