Apa itu Homosistein? – Merupakan asam amino yang mengandung sulfur, yang terdapat dalam plasma darah. Homosistein terbentuk secara alami dalam tubuh. Walaupun homosistein selalu ada di dalam tubuh, zat ini dapat menyebabkan masalah kesehatan jika kadarnya terlalu banyak dalam tubuh.
Apa itu Homosistein?
Homosistein merupakan salah satu dari 20 asam amino (molekul yang dibutuhkan tubuh untuk mensintesis semua protein tubuh).
Homosistein tidak diperoleh dari makanan, sehingga harus dibuat dari asam amino yang bisa dikonsumsi dalam makanan, seperti methionine (ditemukan dalam daging, ikan dan produk susu).
Vitamin B6 (pyridoxine), vitamin B12, dan asam folat dibutuhkan untuk membantu terjadinya reaksi tersebut.
Kadar homosistein yang meningkat berpengaruh dengan penyakit serangan jantung, stroke, dan penggumpalan darah.
Jika seseorang mengembangkan salah satu penyakit tersebut dan tidak meningkatkan faktor risiko seperti merokok, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, atau diabetes, lalu ahli fisik melihat penyebab dan risiko termasuk memeriksa kadar homosistein dalam darah.
Angka Homosistein yang Dikategorikan Tinggi
Angka homosistein adalah banyaknya jumlah homosistein dalam darah per satuan volume darah. Angka homosistein yang normal berada dalam rentang 5 – 15 mikromol per liter.
Angka homosistein tinggi dikategorikan dalam beberapa tingkatan:
• 5 – 15 mikromol/liter dikategorikan normal
• 16 – 30 mikromol/liter dikategorikan cukup tinggi (moderat)
• 31 – 100 mikromol/liter dikategorikan tinggi (intermediate)
• Lebih dari 100 mikromol/liter disebut sangat tinggi (parah)
Penyebab Angka Homosistein Tinggi
Homosistein dalam tubuh akan diubah menjadi methionine dan cysteine (masih dalam bentuk asam amino) dengan bantuan asam folat, vitamin B6 dan vitamin B12. Perubahan ini menggunakan molekul perantara yang disebut enzim.
Jika tubuh kekurangan nutrisi atau tubuh tidak cukup memiliki enzim yang membantu pemecahan homosistein, maka homosistein akan menumpuk dalam darah sehingga meningkatkan angka homosistein darah.
Pencegahan
Tes urin mungkin akan dilakukan untuk membantu mendeteksi dan mengawasi homosistinuria. Namun, tes darah akan lebih akurat.
Jika seseorang memiliki riwayat aterosklerosis awal dalam keluarga atau ada anggota keluarga yang terdiagnosis homosistinuria, lalu orang itu harus dites untuk mutasi gen yang ditemukan dalam anggota keluarga.
Kadar homosistein dapat meningkat dengan umur, saat orang merokok, dan dengan penggunaan obat-obatan macam carbamazepine, methotrexate, dan phenytoin.
Kadar homosistein lebih rendah wanita daripada pria. Konsentrasi wanita meningkat setelah menopause, mungkin karena berkurangnya produksi estrogen.