5 Makanan Pantangan bagi Penderita Sinusitis yang Wajib Dihindari

Makanan pantangan bagi penderita sinusitis

5 Makanan Pantangan bagi Penderita Sinusitis. (Img: radiohealthjournal.org)

Sebagian besar kasus sinusitis disebabkan oleh infeksi bakteri yang berkembang di dalam rongga hidung atau sinus.

Muncul dan berkembangnya bakteri dapat diakibatkan oleh terperangkapnya cairan di dalam rongga hidung (sinus).

Bakteri tersebut kemudian menginfeksi sinus hingga mengakibatkan peradangan atau pembengkakan.

Area seperti hidung, pipi, mata, rahang, atau dahi akan terasa sakit khususnya ketika ditekan.

Gejala sinusitis lainnya seperti sakit batuk, pilek, demam, sakit kepala, gangguan indera penciuman, dan sakit gigi juga dapat dialami oleh penderita infeksi sinus.

Selain infeksi bakteri, sinusitis juga dapat disebabkan oleh kondisi lain seperti flu, deviasi septum hidung, polip hidung, tumor, fibrosis kistik, HIV/AIDS atau paparan asap rokok.

Namun dalam kondisi tertentu, seseorang juga dapat mengalami sinusitis akibat alergi, baik alergi karena suhu udara, makanan, atau benda tertentu.

Baca juga: Cara Mengobati Sinusitis dengan dan tanpa Obat di Rumah

Makanan dan Minuman Pantangan bagi Penderita Sinusitis

Selama dalam proses perawatan sinusitis baik secara mandiri atau dari dokter, sebaiknya hindari mengonsumsi makanan dan minuman yang dapat memperburuk kondisi.

Berikut 5 makanan dan minuman yang sebaiknya tidak untuk dikonsumsi oleh penderita sinusitis:

1. Makanan Pedas

Hindari seluruh makanan pedas selama fase perawatan sinusitis. Kendati makanan pedas dapat menyebabkan lendir mengalir, namun pada keadaan tertentu justru memperburuk gejala.

2. Makanan Dingin

Makanan dingin sebaiknya tidak dikonsumsi selama sinusitis belum sembuh, pasalnya makanan dingin dapat mengakibatkan terjadinya penebalan lendir di dalam hidung.

3. Minuman Berkafein

Jika kopi atau teh adalah minuman wajib yang harus dikonsumsi setiap hari, maka saat menderita sinusitis harus berhenti terlebih dahulu.

Minuman berkafein dapat menyebabkan dehidrasi yang memperburuk hidung tersumbat.

4. Minuman Beralkohol

Minuman lain yang juga dapat menyebabkan dehidrasi adalah alkohol. Tubuh penderita sinusitis seharusnya tetap terhidrasi dan jangan malah dehidrasi karena dapat menyebabkan cairan atau lendir semakin banyak keluar dari hidung.

5. Produk Olahan dari Susu

Meski minuman susu atau produk yang terbuat dari susu merupakan minuman menyehatkan, namun tidak untuk dikonsumsi oleh penderita sinusitis.

Susu atau produk olahan dari susu dapat menyebabkan dahak semakin banyak, kondisi ini tentu menjadikan tenggorokan tidak nyaman.

Pengobatan Penyakit Infeksi Sinusitis

Pada kasus sinusitis ringan umumnya tidak membutuhkan pengobatan khusus karena dapat sembuh dengan sendirinya.

Kendati begitu, penderita sinusitis tetap direkomendasikan untuk mengonsumsi atau menggunakan obat guna meredakan gejala sinusitis.

Obat sinusitis yang paling banyak digunakan untuk meringankan gejala biasanya berupa obat semprot hidung seperti kortikosteroid atau dekongestan.

Kedua jenis obat sinusitis semprot hidung tersebut berfungsi untuk mengatasi peradangan dan memperlancar pernapasan yang biasanya tersumbat oleh cairan atau lendir.

Hindari menggunakan kortikosteroid dan dekongestan lebih dari tiga hari berturut-turut karena dapat menyebabkan gejala semakin buruk.

Segera temui dokter apabila pengobatan secara mandiri tidak membuahkan hasil atau justru semakin memperburuk kondisi.

MHomecare adalah perusahaan layanan kesehatan home care satu-satu di Indonesia yang menjamin 100% seluruh tenaga kesehatan adalah perawat. Tersedia layanan home care utama seperti Perawat Lulusan S1 + STR, Perawat Pendamping Lansia serta Bidan atau Perawat Bayi. Dapatkan penawaran menarik khusus pembaca artikel ini, pesan sekarang!

Baca juga:

Pesan Perawat Home Care Profesional Tersedia 24 Jam/7 Hari

PERAWAT MEDIS, PERAWAT LANSIA, dan BIDAN

Dapatkan promo bebas biaya admin dan transportasi khusus pemesanan hari ini

Referensi:
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/acute-sinusitis/diagnosis-treatment/drc-20351677 (Diakses 14 Februari 2021)

Exit mobile version