Varicella atau lebih dikenal dengan cacar air adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi virus varicella-zoster.
Siapa saja dapat menderita cacar air terutama pada anak-anak sebab virus ini sangat menular antar manusia bahkan pada mereka yang telah menerima vaksin cacar air sekalipun.
Bukan berarti vaksin cacar air tidak penting, sejak pertama kali digunakan pada tahun 1990-an, vaksin cacar air mampu menurunkan kasus penyakit ini.
Seseorang yang telah menerima vaksin cacar air tetap berpeluang menderita cacar air di kemudian hari namun dengan risiko lebih kecil dan bahkan sangat jarang infeksi cacar air terjadi lebih dari sekali.
Baca juga: Ketahui Cara Penanganan Cacar Air Pada Anak Yang Tepat
Gejala Cacar Air
Gejala cacar air akan mulai muncul atau dirasakan 10 hingga 21 hari setelah terinfeksi virus varicella-zoster.
Gejala cacar air paling ketara adalah munculnya ruam berupa lepuhan kecil yang berisi cairan pada kulit disertai dengan rasa gatal.
Kondisi tersebut dapat berlangsung selama 4-10 hari dan lepuhan semakin banyak muncul di seluruh tubuh seperti wajah, dada, punggung, tangan, kaki, mulut, kelopak mata hingga area genital.
Gejala cacar air pada anak atau orang dewasa umumnya sama, selain muncul ruam berisi cairan, penderita cacar air juga akan mengalami kondisi seperti:
- Demam.
- Sakit kepala.
- Kelelahan atau lemas.
- Tidak nafsu makan.
3 Fase Cacar Air
Gejala di atas dapat dirasakan sebelum ruam mulai muncul, setelah ruam cacar air muncul maka penderita akan melewati tiga fase, yaitu:
1. Muncul benjolan
Benjolan atau lebih tepat disebut bintik-bintik merah muda mulai bermunculan di seluruh tubuh disertai rasa gatal. Kondisi ini dapat terus berlangsung selama beberapa hari.
2. Benjolan pecah
Benjolan berisi cairan yang disebut vesikel dalam beberapa hari akan mulai pecah. Dalam fase ini benjolan tampak seperti melepuh berisi cairan dan mudah pecah atau bocor.
3. Lepuhan Berubah Menjadi Koreng
Fase ini akan berlangsung selama beberapa hari hingga seluruh lepuhan pecah dan berubah menjadi koreng atau kerak kering. Koreng dapat hilang setelah beberapa hari.
Informasi Lain yang Harus Diketahui Tentang Cacar Air
Ketiga fase di atas akan berlangsung secara bertahap namun bisa juga secara bersamaan selama beberapa hari.
Penderita cacar air sangat mungkin menularkan penyakit ini kepada orang lain sebelum mulai mengalami ruam.
Virus penyebab cacar air dapat terus bertahan di tubuh seseorang hingga seluruh lepuhan berubah menjadi koreng atau kerak kering.
Keparahan gejala cacar air pada masing-masing orang dapat berbeda, ada yang hanya mengalami gejala ringan namun ada pula yang parah seperti ruam terjadi di sekujur tubuh bahkan muncul di mulut, mata, anus, atau vagina.
Kapan Harus ke Dokter?
Penanganan cacar air dapat dilakukan secara mandiri di rumah, namun jika tidak yakin perawatan dapat mengatasi penyakit ini, ada baiknya untuk menemui dokter.
Mengingat cacar air sangat menular, buatlah janji terlebih dahulu dengan dokter. Sampaikan gejala yang dialami kepada dokter untuk memastikan penyakit tersebut.
Obat cacar air akan diresepkan oleh dokter untuk mengatasi keparahan sekaligus mencegah terjadinya komplikasi.

Baca juga:
- Kenali Gangguan Kulit Cacar Air
- Cacar Monyet, Gejala Dan Pengobatannya
- 5 Obat Kudis Alami Paling Ampuh dan Mudah Didapatkan
Referensi:
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/chickenpox/symptoms-causes/syc-20351282 (Diakses 20 Januari 2021)
https://www.cdc.gov/chickenpox/about/symptoms.html (Diakses 20 Januari 2021)
https://www.healthline.com/health/chickenpox (Diakses 20 Januari 2021)