Bronkitis adalah penyakit peradangan pada saluran pernapasan dari dan ke jantung yang disebut dengan bronkus. Salah satu faktor penyebab bronkitis adalah infeksi virus atau bakteri.
Bronkitis akut biasanya diderita oleh anak-anak usia di bawah lima tahun dan tidak membutuhkan perawatan khusus karena dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari.
Sedangkan bronkitis kronis lebih banyak diderita oleh orang dewasa berusia di atas 40 tahun, perawatan berupa pemberian obat bronkitis sangat direkomendasikan.
Temui dokter apabila mengalami gejala bronkitis seperti batuk, demam, sakit kepala, dan gejala lainnya lebih dari seminggu atau sebulan.
Dokter biasanya memberikan resep obat antibiotik untuk bronkitis guna meredakan gejala sekaligus mencegah komplikasi seperti pneumonia.
Baca juga: 5 Makanan yang Harus Dihindari oleh Penderita Bronkitis
Gejala Bronkitis Akut dan Kronis
Pada awalnya bronkitis bersifat akut atau terjadi dalam waktu cepat dan berlangsung secara singkat.
Peradangan yang terjadi pada saluran bronkus atau bronkial akan dibarengi dengan adanya lendir, kondisi ini dapat semakin parah dan dapat menyebabkan mengi atau sesak napas.
Secara umum, gejala bronkitis akut maupun bronkitis kronis adalah sebagai berikut:
- Batuk berdahak.
- Dahak berwarna keruh, kekuningan, atau kehijauan.
- Hidung tersumbat dan kadang juga keluar ingus.
- Sakit tenggorokan.
- Sakit kepala.
- Sesak napas.
- Demam.
- Kelelahan.
Batuk yang terjadi secara terus menerus dalam jangka panjang dapat menyebabkan otot dada dan otot perut terasa tidak nyaman atau bahkan sakit.
Cara Mengobati Bronkitis
Pada bronkitis akut biasanya dokter hanya menyarankan pasien untuk istirahat dan minum cairan lebih banyak. Bronkitis akut dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa hari.
Perawatan lanjutan biasanya menggunakan obat bronkitis yang dapat dibeli di apotek, seperti:
- Obat batuk bronkitis sirup. Hanya diminum ketika gejala batuk tidak disertai dengan dahak atau lendir.
- Obat bronkodilator atau obat hirup yang berfungsi untuk membantu membuka saluran udara akibat sumbatan lendir.
- Obat pereda nyeri. Obat seperti parasetamol dapat dipertimbangkan untuk diminum.
Bila perlu, gunakan humidifier di dekat tempat tidur untuk membantu meringankan gejala yang berhubungan dengan sistem pernapasan.
Anak-anak di bawah usia 6 tahun tidak disarankan untuk mengonsumsi obat batuk bronkitis yang dijual secara bebas.
Anak usia 6 sampai 12 tahun yang menderita bronkitis hanya boleh mengonsumsi obat atas resep dari dokter.
Obat Antibiotik untuk Bronkitis
Dokter dapat meresepkan obat antibioktik untuk bronkitis yang disebabkan oleh infeksi bakteri.
Jika bronkitis disebabkan oleh infeksi virus, maka penggunaan antibiotik tidak akan digunakan.
Penggunaan antibiotik untuk bronkitis hanya dapat digunakan atas resep dari dokter.
Adapun antibiotik yang biasa diresepkan untuk mengobati bronkitis adalah:
- Amoksisilin.
- Doksisiklin.
Jangan pernah membeli obat antibiotik bronkitis di apotik tanpa resep dari dokter. Penggunaan antibiotik yang tidak sesuai dengan resep dokter dapat menyebabkan bakteri resisten.
Patuhi anjuran dokter dalam mengonsumsi obat antibiotik untuk mengobati bronkitis. Meski telah merasa lebih baik, tetap konsumsi antibiotik sampai habis.

Baca juga:
- Kenali Gejala dan Cara Penularan Penyakit Bronkitis
- 4 Penyebab Pilek Tak Kunjung Sembuh yang Terjadi Terus Menerus
- Penularan, Pengobatan dan Pencegahan Tuberkulosis (TBC) pada Anak
Referensi:
https://www.webmd.com/lung/understanding-bronchitis-treatment (Diakses 22 Februari 2021)
https://www.drugs.com/condition/bronchitis.html (Diakses 22 Februari 2021)
https://www.nhs.uk/conditions/bronchitis/ (Diakses 22 Februari 2021)
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/bronchitis/diagnosis-treatment/drc-20355572 (Diakses 22 Februari 2021)