Hipertensi adalah kondisi medis berbahaya ketika tekanan darah pada dinding arteri lebih dari 130/80 mmHg, jika tidak segera diturunkan maka dapat memicu berbagai penyakit berbahaya seperti stroke, serangan jantung atau gagal jantung.
Hipertensi pada bayi baru lahir atau anak usia di bawah 6 tahun cenderung disebabkan oleh kondisi medis tertentu. Sedangkan hipertensi pada anak di atas usia 6 tahun dapat disebabkan dari gaya hidup dan pola makan tidak sehat.
Pada beberapa kasus hipertensi pada anak, hanya perlu menerapkan gaya hidup dan pola makan sehat saja. Namun, sebagian anak dengan darah tinggi lainnya diharuskan mengkonsumsi obat hipertensi.
Baca juga: 7 Jenis Minuman Yang Terbukti Ampuh Menurunkan Darah Tinggi
Tekanan Darah Pada Anak
Tekanan darah normal pada anak tergantung dari usianya, seiring bertambahnya usia, anak dengan hipertensi akan mengalami perubahan tekanan darah.
- Tekanan darah pada bayi: 90/60 mmHg.
- Tekanan darah pada anak usia 3-5 tahun: Sistolik 104-116, diastolik 63-74.
- Tekanan darah pada anak usia 6-9 tahun: Sistolik 108-121, diastolik 71-81.
- Tekanan darah pada anak usia 10-12 tahun: Sistolik 114-127, diastolik 77-83.
Penyebab Hipertensi Pada Anak
Kondisi kesehatan pada anak seperti cacat jantung, penyakit ginjal, kelainan genetik atau hormonal dapat menyebabkan hipertensi terjadi pada anak-anak.
Faktor Risiko Hipertensi Pada Anak
Hipertensi pada anak dapat dibagi menjadi dua, yaitu hipertensi primer dan hipertensi sekunder.
Faktor Risiko Hipertensi Primer
Faktor risiko yang menyebabkan hipertensi primer dapat berupa:
- Obesitas atau kelebihan berat badan.
- Genetik atau riwayat keluarga.
- Diabetes tipe 2.
- Kadar kolesterol jahat terlalu tinggi.
- Mengkonsumsi makanan tinggi garam.
- Gender laki-laki.
- Jadi perokok aktif atau pasif.
- Kurang olahraga.
- Jarang beraktifitas.
Faktor Risiko Hipertensi Sekunder
Hipertensi sekunder lebih banyak di alami oleh anak-anak dengan kondisi medis atau penyakit tertentu. Adapun faktor risiko dari hipertensi sekunder pada anak-anak adalah sebagai berikut:
- Penyakit ginjal.
- Penyakit ginjal polikistik.
- Kelainan atau cacat pada jantung.
- Gangguan adrenal.
- Hipertiroidisme.
- Tumor langka pada kelenjar adrenal.
- Penyempitan pada arteril ginjal.
- Sleep apnea atau gangguan tidur.
- Efek samping obat-obatan.
Gejala Hipertensi pada Anak
Tidak semua orang dengan hipertensi mengalami gejala, namun beberapa orang di antaranya dapat mengalami gejala hipertensi seperti:
- Kejang.
- Muntah.
- Mual.
- Sesak napas.
- Sakit dada.
- Sakit kepala.
- Detak jantung tidak beraturan.
Segera ke dokter apa bila anak kerap mengalami gejala di atas dan lebih dari satu gejala yang terjadi.

Baca juga:
- Asuhan Keperawatan Pasien Hipertensi
- Hipertensi Dalam Kehamilan, Ibu Hamil Wajib Waspada
- 10 Jus Buah dan Sayur Penurun Darah Tinggi Paling Efektif
Referensi:
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-pressure-in-children/symptoms-causes/syc-20373440