Kebanyakan penderita hipertensi tidak menyadarinya karena kondisi tekanan darah tinggi tidak selalu menimbulkan gejala. Oleh karena itu, penyakit ini kerap disebut sebagai “silent killer“, penderita akan tampak baik-baik saja sebelum akhirnya mengalami komplikasi hipertensi.
Orang tua atau lansia cenderung mempunyai tekanan darah yang lebih tinggi daripada anak-anak dan orang dewasa. Meski begitu, hipertensi dapat terjadi kepada siapa saja dan kapan saja.
Banyak faktor risiko yang dapat menyebabkan hipertensi terjadi pada seseorang. Gaya hidup dan pola makan tidak sehat menjadi faktor risiko paling tinggi, namun kondisi medis tertentu juga dapat memicu hipertensi.
Mengecek tekanan darah secara teratur membantu mencegah risiko komplikasi sejak dini. Gunakan alat pengecek tekanan darah otomatis untuk mengetahui tekanan darah secara berkala.
Bila perlu, gunakan layanan jasa perawat home care perawat lansia untuk memastikan tekanan darah dan kondisi kesehatan pada lansia dapat dipantau secara berkala oleh tenaga kesehatan profesional.
Baca juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Hipertensi pada Lansia
5 Komplikasi Hipertensi
Seseorang dapat dikatakan mengalami hipertensi jika mempunyai tekanan darah lebih dari 130/80 mmHg hingga 40/90 mmHg atau lebih. Tekanan darah yang terlalu tinggi jika tidak segera ditangani dapat memicu berbagai jenis penyakit mematikan seperti:
1. Serangan Jantung
Tekanan darah yang terlalu tinggi dapat menyebabkan pembuluh darah mengalami luka atau robek sehingga berisiko menyebabkan jaringan parut. Jaringan ini dapat menyebabkan sirkulasi darah menjadi terhambat.
Lemak dan kolesterol dapat menempel pada jaringan parut di pembuluh darah, lambat laun lemak dan kolesterol (plak) dapat menyebabkan sumbatan, hingga akhirnya serangan jantung tidak bisa dihindari.
2. Gagal Jantung
Gagal jantung bukan berarti organ jantung berhenti bekerja atau tidak lagi memompa darah, melainkan jantung tidak lagi bisa mengalirkan darah ke seluruh tubuh.
Tekanan darah tinggi yang terjadi selama bertahun-tahun mengakibatkan penebalan dan pembengkakan jantung, pada kondisi tertentu jantung harus bekerja lebih kuat untuk memompa darah dan akhirnya terjadi gagal jantung.
2. Stroke
Stroke adalah kondisi di mana otak tidak mendapatkan cukup darah atau pembuluh darah di otak pecah sehingga sel-sel di otak rusak dan mati, kondisi tersebut paling banyak diakibatkan oleh hipertensi.
Stroke dapat menyebabkan kecacatan pada sebagian anggota tubuh atau seluruh tubuh secara permanen hingga risiko kematian.
3. Aneurisma
Mungkin terdengar asing bagi sebagian orang mengenai penyakit ini, secara medis aneurisma disebut dengan stroke hemoragik. Kondisi pecahnya pembuluh darah di bagian otak bisa diakibatkan karena tekanan darah terlalu kuat.
4. Kerusakan dan Gagal Ginjal
Gagal ginjal menjadi salah satu penyakit yang paling banyak memakan korban jiwa, bahkan dinobatkan menjadi penyakit penyebab kematian terbanyak kedua setelah diabetes di Amerika Serikat.
Tekanan darah yang terlalu tinggi akan memaksa ginjal bekerja lebih keras, risikonya pembuluh darah di ginjal akan melemah atau menyempit.
Kondisi seperti itu akan mengakibatkan ginjal mengalami kerusakan atau bahkan gagal ginjal.
5. Gangguan Penglihatan
Mata menjadi bagian yang juga paling berisiko mengalami gangguan ketika tekanan darah terlalu tinggi. Pembuluh darah halus pada mata dapat rusak hingga terjadi pendarahan dan kebutaan.
Kondisi ini disebut dengan retinopati hipertensi, hipertensi bisa menyebabkan penumpukan cairan di dalam retina, jika hal ini terus terjadi maka saraf pada mata dapat rusak.

Baca juga:
- 10 Jus Buah dan Sayur Penurun Darah Tinggi Paling Efektif
- 7 Jenis Minuman Yang Terbukti Ampuh Menurunkan Darah Tinggi
- Cara Menurunkan Darah Tinggi dengan Bawang Putih, Cepat dan Alami
Referensi:
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-pressure/symptoms-causes/syc-20373410
https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hypertension