Perbedaan Henti Jantung Mendadak dengan Serangan Jantung Dari Penyebabnya

Perbedaan Henti Jantung Mendadak dan Serangan Jantung

Kenali Perbedaan Henti Jantung Mendadak dan Serangan Jantung Dari Penyebabnya. (Img: geisinger.org)

Orang sering menggunakan istilah serangan jantung untuk semua penyakit jantung, khususnya pada henti jantung mendadak dan serangan jantung.

Kedua kondisi tersebut mempunyai perbedaan yang mendasar. Secara sederhana, perbedaan henti jantung mendadak dan penyakit serangan jantung adalah pada penyebabnya.

Serangan jantung identik dengan tersumbatnya aliran darah pada pembuluh darah, beberapa penyebab biasanya diakibatkan oleh plak dari lemak atau kolesterol.

Sedangkan henti jantung mendadak sering dikaitkan dengan kondisi kesehatan jantung, misalnya adalah aritmia atau gangguan pada irama jantung dan ventrikel fibrilasi.

Aritmia dan ventrikel fibrilasi sama-sama menyebabkan irama atau ritme jantung terlalu lemah atau terlalu kencang sehingga tidak beraturan sama sekali.

Pada kondisi tertentu, baik aritmia atau ventrikel fibrilasi dapat memicu terjadinya henti jantung mendadak.

Baca juga: Cara Memberikan Pertolongan pada Penderita Henti Jantung Mendadak

Perbedaan Henti Jantung Mendadak dan Serangan Jantung dari Penyebabnya

Agar lebih mudah membedakan kedua jenis penyakit jantung ini, berikut penyebab dan faktor risiko dari henti jantung mendadak dan serangan jantung.

Penyebab Henti Jantung Mendadak

Gangguan listrik di jantung yang berfungsi untuk mengatur ritme detak jantung menyebabkan jantung berdetak tidak teratur, terlalu lambat atau terlalu cepat.

Selain itu, penyebab henti jantung mendadak juga dapat dipengaruhi oleh penyakit jantung lainnya, seperti:

Riwayat operasi yang pernah dilakukan terhadap organ jantung juga dapat meningkatkan risiko henti jantung secara mendadak.

Faktor Risiko Henti Jantung Mendadak

Faktor risiko henti jantung mendadak dapat melingkupi berbagai hal yang langsung berhubungan dengan organ jantung dan juga kondisi medis tertentu, seperti:

Terlalu lama duduk atau jarang bergerak juga meningkatkan risiko seseorang dapat mengalami henti jantung mendadak.

Penyebab Serangan Jantung

Seseorang dapat mengalami serangan jantung secara tiba-tiba ketika pembuluh darah tersumbat oleh plak yang terbentuk dari lemak atau kolesterol.

Pembentukan plak dari lemak, kolesterol atau zat lainnya pada pembuluh darah membutuhkan waktu bertahun-tahun. Inilah yang menyebabkan seseorang tidak menyadari bahwa dirinya berisiko mengalami serangan jantung.

Terdapat dua jenis penyumbatan pada pembuluh darah yang menjadi pemicu serangan jantung, yaitu:

Golongan orang dengan penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi dan orang dengan kadar kolesterol tinggi mempunyai risiko paling tinggi mengalami serangan jantung.

Faktor Risiko Serangan Jantung

Berikut beberapa faktor risiko serangan jantung yang harus diwaspadai untuk semua orang.

Penyakit lain yang tidak ada hubungannya dengan organ jantung secara langsung seperti penyakit rheumatoid arthritis dan lupus juga dapat meningkatkan risiko serangan jantung.

MHomecare adalah perusahaan layanan kesehatan home care satu-satu di Indonesia yang menjamin 100% seluruh tenaga kesehatan adalah perawat. Tersedia layanan home care utama seperti Perawat Lulusan S1 + STR, Perawat Pendamping Lansia serta Bidan atau Perawat Bayi. Dapatkan penawaran menarik khusus pembaca artikel ini, pesan sekarang!

Baca juga:

Pesan Perawat Home Care Profesional Tersedia 24 Jam/7 Hari

PERAWAT MEDIS, PERAWAT LANSIA, dan BIDAN

Dapatkan promo bebas biaya admin dan transportasi khusus pemesanan hari ini

Referensi:
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-attack/ (Diakses 26 November 2020)
(Diakses 26 November 2020)
https://www.heart.org/en/health-topics/heart-attack/about-heart-attacks/heart-attack-or-sudden-cardiac-arrest-how-are-they-different (Diakses 26 November 2020)

Exit mobile version