Orang sering menggunakan istilah serangan jantung untuk semua penyakit jantung, khususnya pada henti jantung mendadak dan serangan jantung.
Kedua kondisi tersebut mempunyai perbedaan yang mendasar. Secara sederhana, perbedaan henti jantung mendadak dan penyakit serangan jantung adalah pada penyebabnya.
Serangan jantung identik dengan tersumbatnya aliran darah pada pembuluh darah, beberapa penyebab biasanya diakibatkan oleh plak dari lemak atau kolesterol.
Sedangkan henti jantung mendadak sering dikaitkan dengan kondisi kesehatan jantung, misalnya adalah aritmia atau gangguan pada irama jantung dan ventrikel fibrilasi.
Aritmia dan ventrikel fibrilasi sama-sama menyebabkan irama atau ritme jantung terlalu lemah atau terlalu kencang sehingga tidak beraturan sama sekali.
Pada kondisi tertentu, baik aritmia atau ventrikel fibrilasi dapat memicu terjadinya henti jantung mendadak.
Baca juga: Cara Memberikan Pertolongan pada Penderita Henti Jantung Mendadak
Perbedaan Henti Jantung Mendadak dan Serangan Jantung dari Penyebabnya
Agar lebih mudah membedakan kedua jenis penyakit jantung ini, berikut penyebab dan faktor risiko dari henti jantung mendadak dan serangan jantung.
Penyebab Henti Jantung Mendadak
Gangguan listrik di jantung yang berfungsi untuk mengatur ritme detak jantung menyebabkan jantung berdetak tidak teratur, terlalu lambat atau terlalu cepat.
Selain itu, penyebab henti jantung mendadak juga dapat dipengaruhi oleh penyakit jantung lainnya, seperti:
- Jantung koroner.
- Serangan jantung.
- Penyakit katup jantung.
- Peradangan jantung (kardiomiopati).
- Penyakit jantung bawaan.
Riwayat operasi yang pernah dilakukan terhadap organ jantung juga dapat meningkatkan risiko henti jantung secara mendadak.
Faktor Risiko Henti Jantung Mendadak
Faktor risiko henti jantung mendadak dapat melingkupi berbagai hal yang langsung berhubungan dengan organ jantung dan juga kondisi medis tertentu, seperti:
- Riwayat keluarga dengan penyakit jantung.
- Kebiasaan merokok tembakau.
- Menderita penyakit hipertensi.
- Menderita penyakit diabetes.
- Menderita penyakit ginjal kronis.
- Memiliki kadar kolesterol yang tinggi.
- Obesitas.
- Penggunaan obat-obatan terlarang.
- Riwayat penyakit yang berhubungan dengan jantung.
- Gangguan tidur atau sleep apnea.
Terlalu lama duduk atau jarang bergerak juga meningkatkan risiko seseorang dapat mengalami henti jantung mendadak.
Penyebab Serangan Jantung
Seseorang dapat mengalami serangan jantung secara tiba-tiba ketika pembuluh darah tersumbat oleh plak yang terbentuk dari lemak atau kolesterol.
Pembentukan plak dari lemak, kolesterol atau zat lainnya pada pembuluh darah membutuhkan waktu bertahun-tahun. Inilah yang menyebabkan seseorang tidak menyadari bahwa dirinya berisiko mengalami serangan jantung.
Terdapat dua jenis penyumbatan pada pembuluh darah yang menjadi pemicu serangan jantung, yaitu:
- Penyumbatan total. Kondisi ini disebut juga dengan istilah infark miokard elevasi ST (STEMI).
- Penyumbatan parsial. Kondisi ini disebut juga dengan istilah infark miokard elevasi non-ST (NSTEMI).
Golongan orang dengan penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi dan orang dengan kadar kolesterol tinggi mempunyai risiko paling tinggi mengalami serangan jantung.
Faktor Risiko Serangan Jantung
Berikut beberapa faktor risiko serangan jantung yang harus diwaspadai untuk semua orang.
- Pria usia 45 tahun ke atas dan wanita usia 55 tahun ke atas.
- Kebiasaan merokok tembakau.
- Mengidap penyakit hipertensi.
- Mempunyai kadar kolesterol tinggi.
- Obesitas atau kegemukan.
- Menderita penyakit diabetes.
- Sindrom metabolik.
- Riwayat keluarga dengan penyakit jantung.
- Penggunaan obat-obatan terlarang.
Penyakit lain yang tidak ada hubungannya dengan organ jantung secara langsung seperti penyakit rheumatoid arthritis dan lupus juga dapat meningkatkan risiko serangan jantung.

Baca juga:
- Pola Makan Tidak Teratur dapat Memicu Penyakit Jantung
- 5 Penyebab Penyumbatan Jantung yang Sangat Berbahaya
- Mengenal Macam-macam Penyakit Jantung dan Gejalanya
Referensi:
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-attack/ (Diakses 26 November 2020)
(Diakses 26 November 2020)
https://www.heart.org/en/health-topics/heart-attack/about-heart-attacks/heart-attack-or-sudden-cardiac-arrest-how-are-they-different (Diakses 26 November 2020)